Tugas 14 Penerapan Simulasi Analisa Kebutuhan
Pendahuluan
Contoh Penerapan Simulasi yang diamati seperti pada
penelitian yang dilakukan Retnari Dian Mudiastuti dkk, dengan menerapkan
aplikasi simulasi Alternatif Skenario Kebijakan Peningkatkan Daya Saing UKM
Mebel dengan Pendekatan Sistem Dinamik. Permasalahan kemampuan daya saing UKM
mebel merupakan sistem yang kompleks karena terdapatnya berbagai macam aliran
seperti material, uang, informasi dan aktivitas, dimana aliran tersebut
memiliki interdependensi satu sama lainnya, terdiri dari berbagai stakeholder
(pemangku kepentingan) selain produsen dalam hal ini UKM, juga konsumen (lokal
maupun mancanegara) yang melakukan permintaan dari waktu ke waktu, penyedia
bahan baku, serta pemerintah yang berperan sebagai regulator pengembangan
bisnis serta faktor tenaga kerja. Tahapan dalam penelitian ini dijelaskan
sebagai berikut. Tahapan Identifikasi variabel, dimana dilakukan studi
literatur dari berbagai penelitian sebelumnya terkait kemampuan teknologi UKM
serta kunjungan lapangan untuk mendapatkan data terkait variabel berpengaruh
dan kondisi nyata di UKM mebel di Kota Pasuruan. UKM mebel yang terpilih adalah
UKM-UKM skala kecil yang berpengalaman memproduksi mebel kayu jati ekspor. Data
yang dibutuhkan berupa data profile UKM, pola permintaan produk, proses
produksi, kemampuan mesin produksi, kemampuan tenaga kerja, biaya operasional
dan kebijakan UKM daerah dan pusat.
1. Interaksi Antar Variabel
Pola interaksi antar variabel dijelaskan dengan hubungan
yang saling mempengaruhi antar variabel yang ada. Kapasitas produksi
mempengaruhi kemampuan pemenuhan oleh importir dan kapasitas produksi
dipengaruhi oleh kemampuan teknologi (mesin) dan tenaga kerja. Rendahnya
kapasitas produksi mempengaruhi jumlah pemenuhan permintaan yang selanjutnya
berpengaruh terhadap keuntungan UKM, Nur, dkk. Jumlah keuntungan dan kapasitas
produksi merupakan indikator daya saing UKM mebel pada penelitian ini. Pada
interaksi variabel digambarkan skenario berupa kebijakan yang akan diterapkan
untuk melihat perubahan terhadap model yang dikembangkan dengan tujuan
peningkatan keuntungan dan kapasitas produksi dalam kurun waktu 120 bulan atau
10 tahun. Skenario yang dikembangkan dalam pemodelan simulasi ini adalah
investasi mesin semi modern maupun mesin modern, dan investasi peningkatan
kemampuan tenaga kerja bantu untuk menjadi tenaga ahli.
2. Diagram Stock And Flow
Tujuan pembuatan diagram stock and flow adalah menggambarkan
interaksi antar variabel sesuai logika struktur dengan bantuan software Ventana
Simulator (Vensim)™. Pemodelan interaksi variabel pada diagram stock and flow
dari submodel teknologi (mesin dan tenaga kerja), submodel permintaan dan
produksi, submodel keuangan, dan submodel kebijakan investasi Perancangan
diagram stock and flow juga bertujuan mengetahui pola perilaku variabel dalam
model kemampuan UKM mebel. Tujuan pembuatan diagram stock and flow adalah
menggambarkan interaksi antar variabel sesuai logika struktur dengan bantuan
software Ventana Simulator (Vensim)™. Pemodelan interaksi variabel pada diagram
stock and flow dari submodel teknologi (mesin dan tenaga kerja), submodel
permintaan dan produksi, submodel keuangan, dan submodel kebijakan investasi
Perancangan diagram stock and flow juga bertujuan mengetahui pola perilaku
variabel dalam model kemampuan UKM mebel.
3. Simulasi Hasil Pemodelan
Berdasarkan hasil simulasi kondisi eksisting, ditemukan
bahwa keterbatasan kapasitas produksi yang dipengaruhi oleh kemampuan mesin dan
kemampuan tenaga kerja mempengaruhi profit atau keuntungan UKM. Pengaruh
kemampuan mesin dan tenaga kerja signifikan berpengaruh pada jumlah keuntungan
UKM. Terkait dengan hasil wawancara dengan pelaku UKM, diharapkan adanya
peningkatan kapasitas produksi melalui penambahan mesin produksi dan tenaga
ahli mebel. Sehingga pada skenario yang diajukan adalah penggantian mesin semi
modern ke mesin modern, penambahan mesin modern dan investasi tenaga ahli.
Skenario yang diajukan adalah mengganti 4 unit mesin modern, mengganti 8 unit
mesin modern, menambah 4 unit mesin modern dan investasi tenaga ahli mebel.
Berdasarkan penetapan skenario yaitu mengganti 8 unit mesin semi modern dengan
4 unit mesin modern, 8 unit mesin modern, atau menambah 4 unit mesin modern dan
investasi tenaga ahli mebel, maka hasil skenario terlihat.
Pada skenario dilakukan untuk mendapatkan strategi terbaik
dengan parameter nilai keuntungan yang tertinggi sebagai indikator daya saing
UKM. Pada kondisi eksisting, nilai keuntungan pada tahun ke-10 sebesar 1,4
miliar rupiah. Setelah menerapkan 4 skenario yaitu menggunakan 4 unit mesin modern,
8 unit mesin modern, penambahan 4 unit mesin modern dan investasi tenaga ahli,
maka strategi dengan nilai keuntungan UKM tertinggi senilai 2,173 miliar rupiah
dengan melakukan investasi 4 unit mesin modern. Keuntungan terendah senilai
762,17 juta rupiah pada skenario penambahan 4 unit mesin modern. Pemilihan
strategi jangka pendek dapat dipertimbangkan dengan mengganti mesin modern
menjadi 4 unit mesin, sedangkan dengan memperhatikan kemampuan modal UKM dan
untuk menghasilkan ketersediaan tenaga ahli mebel kayu sehingga dapat berdampak
positif pada jangka menengah dan jangka panjang, maka pelaksanaan scenario
investasi tenaga ahli dapat dipertimbangkan. Sehingga ketika terjadi keputusan
perubahan mesin dan adanya kepastian permintaan mebel, maka UKM tidak memiliki
kesulitan terkait tenaga ahli lagi sehingga demikian daya saing UKM dapat
meningkat.
Komentar
Posting Komentar